Yeah!

Yeah! Gw rasa satu kata itu cukup mewakili perasaan gw, karena

  • Gw keterima elektro
  • Gw lolos ARC
  • IP gw naik jadi 3.89

Seperti biasa, gw ucapkan terima kasih kepada Allah swt. yang telah mengizinkan gw mencapai hasil seperti ini. Berikutnya keluarga gw, bapak, ibu, dan Aruna yang udah mendukung gw selama satu semester penuh baik dari segi material maupun dari segi dukungan moral. Terakhir, tentu saja kepada semua temen-temen gw, baik ex-Alizh maupun anak-anak ITB!

Doakan supaya gw bisa terus berkarya untuk ke depannya!

Mesjid, harus bagus?

Mesjid depan rumah saya, kebetulan sedang punya proyek pembuatan menara mesjid. Nah, biasa lah, kalo mesjid punya hajatan ujung-ujungnya minta sumbangan. Dikerahkanlah segenap tenaga pasukan penjaring uang yang kegiatannya adalah berdiri di tengah-tengah jalan dan menyodorkan jaring ke setiap mobil yang lewat, berharap mendapatkan sumbangan.
Sebenernya, saya sendiri kurang suka dengan kegiatan seperti ini. Tidak, pendapat saya bukan pendapat sekedar pendapat subjektif yang hanya berdasarkan perasaan tidak suka pada mesjid depan yang kebetulan suka mengganggu waktu-waktu istirahat saya dengan menyetel speakernya keras-keras (padahal gak butuh juga kan dibikin keras-keras?).  Kira-kira saya berhasil menyimpulkan beberapa alasan yang rasional, tentang mengapa semestinya proyek ini tidak usah ada

  1. Islam jadi terkesan seperti pengemis. Asal ada keperluan, mesjid depan selalu saja mengirimkan korps penjaring uangnya ke jalan-jalan. Tentu saja ini memberikan kesan bahwa Islam identik dengan peminta-minta. Padahal seharusnya untuk kepentingan dakwah ya harusnya diusahakan dengan cara yang baik, jangan terus meminta-minta begini.
  2. Tidak bersih. Yang namanya Islam, sampai dibilang bahwa kebersihan sebagian dari iman. Namun nyatanya mesjid di depan rumah saya ini kurang memperhatikan kebersihan selama dalam pengerjaan proyek ini. Lihat saja, selokan di depan mesjid sampai mampet, dan tumpukan semen dapat dilihat tersebar di halaman mesjid. Ini yang namanya rumah ibadah milik Allah?
  3. Tidak penting. Buat apa bikin menara di mesjid ini coba? Sejak saya tinggal di lingkungan tempat tinggal saya 18 tahun yang lalu, mesjid ini tidak pernah punya menara dan toh tetap bisa berfungsi sebagai mesjid. Pembuatan menara ini tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, padahal bila saya lihat, di sekitar mesjid masih banyak warga yang membutuhkan hidup masih pas-pasan. Bukankah akan jauh lebih baik, bila dana yang dialokasikan untuk pembangunan menara dipakai untuk membantu mereka warga yang masih sulit dalam hal materi, membantu anak-anak untuk terus sekolah, atau membuat program-program lain dalam mesjid yang bisa membantu warga sekitarnya? Ingat bahwa Rasulullah saw. pernah mengatakan bahwa beliau tidak pernah menyuruh untuk membuat mesjid yang mewah. Saya setuju sekali dengan hal ini, karena mesjid tidak dilihat dari mewahnya, tapi sebagaimana baiknya ia dalam melayani kepentingan umat.

Mungkin yang ada di dekat rumah saya ini tidak begitu signifikan bagi anda pembaca, tetapi mungkin ini hanyalah sebuah sampel acak, yang bisa jadi mewakili tren-tren mesjid yang tersebar di seluruh Indonesia ini.

Tidak jarang kita jumpai bukan, orang yang meminta-minta sumbangan dengan mengatasnamakan pembangunan mesjid, atau mesjid yang dibuat sedemikian mewahnya, padahal mungkin itu semua tidak diperlukan?

Mungkin sebaiknya kita sebagai muslim memikirkan kembali, fungsi dasar mesjid, dan apa yang bisa dilakukannya untuk masyarakat sekitarnya

Putus asa dengan Naruto

Spoiler alert!

Oke, yang suka baca scanlation-nya Naruto, lu bakal ngerti apa yang bakal gw katakan.
Satu kalimat:

“Ceritanya ngarah ke mana sih!?”

Huff.. gw akuin dulu gw suka banget sama yang namanya naruto, sampe mungkin gw apal karakter-karakternya yang jumlahnya bejibun itu. Namun
, perkembangan ceriita akhir-akhir ini mulai g jelas.

Beberapa hal yang sangat gw g suka dari perkembangna akhir-akhir ini:

  1. Sharingan=god. Entah bagaimana caranya, sharingan punya kekuatan sama kayak byakugan! Sasuke bisa ngeliat ranjau yang ditanam Deidara di tanah! ckckckc. Abis itu, Itachi tau-tau bisa oversoul. Why? Mangekyou sharingan! sharingan this sharingan that, bah!
  2. Ini ninja vs ninja apa dragon ball? Gw mengharapkan pertarungan yang penuh trik ninja, menggunakan kecerdasan (thx Shikamaru, lu mencerahkan komik ini). Terjadi sebuah shaman fight antara oversoul Susanoo dari Itachi melawan Michael Jackson-nya Naruto, yaitu Orochimaru yang melakukan summon Orochi-yang kemudian dibantai secara sepihak.
  3. Beberapa karakter terlalu overpower-ed. Yah, emang ciri2 komik shonen sih. Tapi Sasuke bisa menang lawan smua orang. Well, this is just a biased opinion, but I really hate the overpowered emo gay brat.
  4. Plot hole. Atau emang blom dijawab? Kisame kemana? Kenapa Gaaraa tetep jadi Kazekage? Kakashi dapet Mangekyo darimana? Kenapa banyak tempat yang g jlas ini di mana itu dimana? Kenapa orang awam pun tau Akatsuki, padahal katanya organisasi rahasia yang Kakashi aja baru denger? Kenapa Sasuke emo banget malah pengen ngancurin desa, padahal berarti usaha Itachi sia-sia dong? bahhh

Well, sebenernya sih sekian aja keluh kesah gw. Sebenernya ini emang komik yang bagus, tapi mungkin memang sedang memasuki “the dark age” thanks to Sasgay.

Karena itu, mungkin gw skalian aja baca to-love-ru dan Ashita no Yoichi lol!

Song for the gifted

Udah pada baca terjemahan sainoujin ouenka?
klo blom, bisa diliat di
utau-inu

Setelah baca, gw berpikir

Apakah dunia hanya milik orang-orang yang berbakat?
Apakah orang-orang yang tidak berbakat hanya akan berada di bayang-bayang?
Apakah mereka yang tersingkir hanya akan menggumamkan la-la-la untuk mereka sendiri?

Gw g mau disebut sebagai orang yang ga berbakat. Karena itu, gw akan melewati batasan gw sendiri, dan menghancurkan apa yang mengekang gw. Biarkan suara gw didengar dunia!

Mereka yang tidak mau melalui batasan mereka, silakan menggumamkan lalala ke diri sendiri!

Huwaa selesai

Tugas kelompok Web Server akhirnya slesai! terima kasih kepada smua pihak yang telah bekerja sama dalam mensukseskan pembuatan web server!
Terima kasih sedalam-dalamnya buat kak Ryo yang udah ngebantu!
Pertama kali ngerasain rasanya jadi admin buletin board! whii

Sekarang, gw tinggal ngerapihin dokumentasi buat tugas ini, terus gw bakal disidang kira-kira dua minggu lagi, mungkin tanggal 18. Udah ah cape…

Buat yang pengen liat jadinya kaya apa, silakan ke dragon.arc.itb.ac.id/ tugas

oh btw ini cuman bisa dibuka dari dalem ITB -_-

DExposE2

Rishad sez: Apple rules
Me says: dengan dukungan open source, Windows bisa ngejar.
Makaaa, eng-ing-eng:

Sebuah program untuk Windows, dengan fungsi yang sama dengan program pada apple yang bisa menampilkan semua window yang sedang aktif!
Memang, dengan open source, semuanya jadi mungkin.
Bisa di download di sini!

Akhirnya dimulai!

Yep, akhirnya PLO, atau kaderisasi untuk anak-anak STEI dimulai hari ini, tepatnya tadi pagi pukul 08.00. Seperti biasa, anak-anak STEI udah ngumpul lebih awal, sekitar pukul 06.30 di depan perpustakaan pusat ITB. Terus biasa lah, pada ngobrol, nyiapin tuas yang mesti dikumpulin, terus tadi juga ada yang ngebagiin name tag buat tiap-tiap anggota kelompoknya.

Nah, terus Imam, ketua angkatan gw ngumpulin anak-anak STEI. Dan, ternyata ada kejutan buat PLO hari ini? apakah itu??

TERNYATA PLO HARI INI ILEGAL!

well, i can see that coming tho. Pasalnya, hari ini bertepatan sama hari pertama USM ITB (ahh jadi inget tahun lalu, di mana gw ngerjain IPA terpadu ngasal). Jadilah Imam mengancam kami para bawahannya, bahwa kalo ada yang bikin ulah, g bakal diakuin klo anak STEI, tanggung akibatnya sendiri, de el el. Bahh, ini acara gimana si statusnya.. Mestinya panitia bisa ngurus atau komunikasi dengan pihak prodi ato gimana gitu, wes udah lah sebodo.

Lanjut, kita smua terus berjalan ke arah Sabuga, membuat macet jalan belakang itb karena aksi menyebrang jalan massal, dan kemudian ngumpul di suatu tempat di deket saraga (it loh track lari). Dah, ada ketua PLO nya, ngomong ini itu, ngumpul bareng mentor, bahas tugas.

Oh BTW, tugas yang mestinya gw bikin tuh tugas bikin peta ITB. Jadi sih, cuman entah kenapa warnanya item putih. Entah siapa yang inisiatif pengen ngewarnain item putih, padahal gw bisa minta tolong anggota kelompok yang punya pensil warna suruh bawain pensil warna. Jadilah ketua kelompok gw, Dannis, yang emang ngasal, berbacot ria dengan mentor gw, Adi, yang sama ngasalnya tentang kenapa peta ini warnanya item putih (kak, ini buat orang buta warna kak, blah blah).

Acara PLO kemudian dilanjutin dengan berjalan ke pos-pos, yang ceritanya adalah simulasi kegiatan sehari-hari anak ITB.

  1. Pos 1: belajar. Gw dikasih buku matematika tingkat 2, terus disuruh ngeringkas induksi Matematika
  2. Pos 2: ngerjain tugas. Dikasih soal integral lipat 2 (buset ini beneran kaderisasi). ece.
  3. Pos 3: waktu senggang. Suruh merem terus peragakan apa yang lo lakukan pas waktu senggang. Survey membuktikan bahwa 80% anak STEI pas merem menggerak-gerakkan jarinya seperti sedang menggunakan keyboard berdzikir.
  4. Pos 4: senggang
  5. Pos 5: disuruh orasi. Ternyata anak STEI kalo orasi bisa berapi-api juga. Cuman, temen gw ada yang berorasi mengatakan bahwa kita harusnya ikutan demo, buat menunjukkan ke pemerintah kalo kita juga memprotes kenaikan BBM. Bah, ngapain demo, pemerintahnya kagak denger, malah rakyat kena batunya jalanan macet. Mahasiswa ITB ya berkarya dan belajar, jangan kayak universitas oportunis sengaja demo pengen eksis.
  6. Pos 6: ngelucu latihan teamwork. Temen kita jatoh, suruh nangkep, titik. Untung yang jaga si Adi, akhirnya ngasal doang ketawa-ketawa

There, trus smua dikumpulin, ketua PLO nya ngomong, PLO resmi dibuka, blablabla, sekiaan. Dan besok kagak ada PLO, baru ada lagi hari Senin. Sayangnya gw juga lagi ada tugas ARC, jadi rada susah mau bikin tugas besar…

Oh well, semua doakan saya supaya bisa keterima ARC yah

EL, IF?

Menurut desas-desus yang beredar, ternyata peminat Teknik Informatika adalah 60% , sementara peminat Teknik Elektro hanyalah 40%, padahal seperti yang kita ketahui, kapasitas dari kedua jurusan tersebut adalah kebalikan dari angka-angka di atas!

Terus? Berarti bakalan ada anak STEI peminat informatika yang ditransfer ke elektro, dan tentunya anak STEI yang milih jurusan elektro bakal aman-aman aja.

Sebagai peminat elektro, gw tentunya senang, karena g ada kemungkinan gw dibuang dipindah ke informatika. Tapi, ya tentu aja gw mesti bersimpati kepada temen-temen gw yang milih informatika, tapi terpaksa dimasukin ke elektro (klo Furqan sama Faisal sih, you reap what you sow IMO). Well, buat temen-temen gw peminat informatika yang ngebaca tulisan ini, gw doain lo smua dapet apa yang lo inginkan, dan dikasih yang terbaik.

I mean, hey, even if they put you in electrical engineering, you can still take computer enginnering, rite? When there is a will, there is a way.

Liburan, stuck di Bandung

Liburan sudah dimulai buat anak-anak ITB. Namun, ternyata bagi anak STEI, ini adalah permulaan dari serangkaian kegiatan ospek jurusan! Oh no! Maka, liburan anak STEI pun ditunda selama sekitar seminggu =_=

Well, that’s that. Liburan ini mungkin gw baru bisa balik ke Jakarta sekitar tanggal 10 Juni, thanks to PLO (ospek jurusan STEI). Ditambah, karena gw milih elektro, mungkin masih ada masa bina cinta (pra-kaderisasi anak elektro) yang mungkin bakal makan liburan juga. WHAT? KAPAN LIBURNYA?

Sekarang, mungkin ini kesempatan buat gw, membuktikan apakah gw termasuk orang yang melihat gelas sebagai setengah penuh, atau setengah kosong. Jawabannya, untuk PLO ini, setengah penuh! Alasannya:

  1. Gw di rumah mungkin gak akan melakukan hal apa-apa yang berguna. Paling ujung-ujungnya ngebokep-ria. Daripada ngebokep kayaknya mendingan gw mengeratkan tali silaturahmi bersama teman-teman gw sesama anak STEI, dan mungkin yang nantinya bakal jadi elektro.
  2. Gw memang mesti ngerjain tugas besar ARC. Minggu kedua Juni udah harus selesai.
  3. Gw belom menjelajah Bandung sampai ke pelosok-pelosok kota nya. Malu dong kalo udah setaun di Bandung tapi masih blom kemana-mana?
  4. Kalo gw tetep di Bandung, gw bisa main Ro sama adek gw

Yeah, memang gw kangen rumah, tetapi kadang-kadang, kita g selalu mendapat apa yang kita inginkan. Buat menghibur diri mungkin gw inget-inget aja apa kata Allah swt. : Apa yang Kamu sukai belum tentu baik untukmu, dan apa yang kamu benci bisa jadi baik bagimu. Yah kira-kira begitu lah.

Oh dan buat Arief WT: liburan gw ke rumah lo ngekopi Hayate, plus sexy beach lol
Buat Zaza: gw bisa ke jogja g liburan nginep tempat lo?

19 on 19

Yep, buat yang inget ulang tahun gw (thanks guys), gw ultah tanggal 19 Mei, minggu lalu. Sekarang gw udah umur 19.

Terus, ini membuat gw berpikir, apakah dengan bertambahnya umur gw dari 18 ke 19, kemudian gw menjadi satu tahun lebih bijak dari saat gw umur 18? Esensi dari berulang tahun, selain bahwa umur kita bertambah, juga bahwa kita harus menjadi manusia yan lebih baik jika dibandingkan dengan kita setahun yang lalu.

Ditambah, kalo kita pikir-pikir, sebenernya ulang tahun juga punya makna satu lagi, yaitu kita satu tahun mendekati ajal kita. Mestinya ini jadi kesempatan introspeksi buat kita semua dong? (Sialnya gw ultah g mikir apa-apa, cuman mikirin ujian daspro)

Mmmn, jadi tentu aja gw udah harus bikin rencana buat usia gw yang ke-19 ini dong? Well, rencana secara umum sih ada, tapi kalo udah menyangkut penghasilan dll sih lom ada >_< (ya iya lah). Rencana gw secara umum di umur 19:

  1. Belajar main gitar supaya bisa main bareng adek gw
  2. Masuk ARC <= sangat penting
  3. Masuk Elektro <= terima kasih 60% peminat IF. Gw pasti masuk.
  4. Ngurangin bokep <= kayaknya susah? And i’m bokep-ing for the sake of the world (anak-anak fisika teknik, tepatnya)
  5. Dapet cewek (males)

Jadi, buat yang udah nyelametin gw, mungkin gw nraktir masih entar…. Masih sibuk ngurus PLO en ospek jurusan elektro.